2.0

"Hallo," ucapku pada sambungan pertama sebuah panggilan yang kuterima.

"Kak, ini aku Stella!"

"Nomer baru?" Tanyaku mengulum senyum saat mendengar suara riangnya.

"Bukan kok, ini nomer grandpa, aku meminjamnya tadi, hehehe."

"Aku kira baru," sahutku, "Oh ya ada apa menelfonku Stel?"

"Oh iya, aku hampir lupa," kata Stella diikuti oleh suara sebuah tepukan yang aku yakini sebagai tepukan tanganya di dahinya sendiri, "Sangking rindunya ke kakak sampai lupakan, hehehe," kekeh Stella, yang kutanggapi dengan gulungan senyum kecil yang kuyakini tak akn dilihatnya, karena hey, ini panggilan suara, bukan panggilan video, atau skype dan semacamnya.

"Stell mau kasih kejutan ke Mom."

"Lalu?"

"Tahan Mom supaya gak jadi pergi ke sini ya kak,"

"Kapan kamu pulang memangnya?" Tanyaku memastikan.

"Secepatnya kok. Pokoknya tahan saja, hehehe."

"Iya, kakak bantu," aku mengiyakan permintaannya, "Pulang sendiri? Atau sama grandpa?"

"Sama pacar aku kok kak," Stella menyahut riang, yang kuyakini di sebrang sana ia sedang tersenyum senang, "Lagipula, dia bakal ke sini ada urusan bisnis katanya. Kalau grandpa nanti nyusul sama grandma kalau grandma udah baikan."

Aku menganggukkan kepalaku, "Kakak tunggu ya kehadiran kamu, sekalian kenalin pacar kamu ke Mom sama Dad, denger-denger sih kalau kamu enggak cepet dapet pasangan mau dijodohin sama Levi sahabat kecilmu itu," aku tertawa cekikikan mengatakannya.

"Janganlah kak," suara Stella mengerutu, "Masa sama Levi, kan aku udah ada pasangannya," sahutnya tak terima.

"Kan kakak cuma curi dengar cantik," aku memutar bola mata malas, "Lagipula belum tentu benarkan?"

"Iya juga ya, hehehe,"

"Sudah dulu ya, kakak udah di kampus nih, mau aju banding skripsi," ucapku mengakhiri.

"Iya kak, bye-bye sista,"

"Too, pewangi ruangan," sahutku mengakhiri sebelum sambungan telfon terputus tanpa mengakhiri.

Ya, aku sedang di kampus untuk aju banding skripsi, dan Dave sudah dalam masa sibuknya di kedai miliknya sendiri, ditambah dia juga mewarisi posisi kerja yang Dad berikan kepadanya.


  • Aku menyusuri lorong-lorong kampus untuk menuju ke ruangan di mana tempatku dan sang dosen membuat janji temu. Aku harus berhasil dalam aju banding skripsi hari ini. Karena aku harus lekas mengakhiri dan fokus kepada hal lain.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

1.5 'Seperti Ini'

0.5 'Arunika Keyra Arnawama'