2.0
"Hallo," ucapku pada sambungan pertama sebuah panggilan yang kuterima. "Kak, ini aku Stella!" "Nomer baru?" Tanyaku mengulum senyum saat mendengar suara riangnya. "Bukan kok, ini nomer grandpa, aku meminjamnya tadi, hehehe." "Aku kira baru," sahutku, "Oh ya ada apa menelfonku Stel?" "Oh iya, aku hampir lupa," kata Stella diikuti oleh suara sebuah tepukan yang aku yakini sebagai tepukan tanganya di dahinya sendiri, "Sangking rindunya ke kakak sampai lupakan, hehehe," kekeh Stella, yang kutanggapi dengan gulungan senyum kecil yang kuyakini tak akn dilihatnya, karena hey, ini panggilan suara, bukan panggilan video, atau skype dan semacamnya. "Stell mau kasih kejutan ke Mom." "Lalu?" "Tahan Mom supaya gak jadi pergi ke sini ya kak," "Kapan kamu pulang memangnya?" Tanyaku memastikan. "Secepatnya kok. Pokoknya tahan saja, hehehe." "Iy...